Cara Analisis Bukti Transaksi Keuangan Dengan Pemahaman Yang Logis

Posted on

Cara Analisis bukti transaksi keuangan merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang yang mempelajari akuntansi. Mengapa saya katakana sangat penting? Karena jika kita SALAH dalam analisis bukti transaksi keuangan maka akan mengakibatkan kesalahan dalam pencatatan ke jurnal umum maupun jurnal khusus dan akibat kesalahan pencatatan ini maka proses atau tahapan siklus akuntansi berikutnya akan mengalami kesalahan juga sampai pada tahap pelaporan.

Kalo kita sudah paham bagaimana cara analisis bukti transaksi keuangan dengan baik, maka kita akan dengan mudah dan tepat dalam melakukan pencatatan hasil analisis kita kedalam jurnal.

Bagi anda yang saat ini kesulitan dalam membuat jurnal umum maka dapat saya pastikan anda masih keliru dalam menganalisis bukti transaksi keuangan, anda mungkin masih bingung dalam menentukan debit atau kredit sebuah akun atau anda masih bingung untuk menentukan akun-akun apa saja yang terpengaruh dengan transaksi yang terjadi.

Sahabat, jika saat ini anda mengalami masalah yang saya sebutkan diatas yaitu anda masih bingung atau sering keliru dalam menentukan debit dan kredit, anda masih sering salah dalam membuat jurnal umum akuntansi jasa dan sebagainya, maka saya sangat merekomendasikan anda untuk menyimak pembahasan artikel ini dengan baik.

Pedoman Analisa Bukti Transaksi Keuangan

Perlu anda ketahui bahwa dalam artikel ini akan dibahas Materi Akuntansi Dasar tentang bagaimana cara analisis bukti transaksi keuangan yang tepat.

Sahabat untuk mulai memahami pembahasan ini, silahkan anda lihat tabel peraturan debit dan kredit dibawah ini :

Tabel diatas adalah tabel yang dapat anda jadikan pedoman saat anda menganalisis bukti transaksi keuangan.

Cara membaca tabel pedoman debit dan kredit di atas adalah, Jika ada PENAMBAHAN untuk setiap jenis akun HARTA maka harus di tempatkan pada posisi DEBIT sedangkan jika ada PENGURANGAN terhadap setiap jenis akun HARTA maka harus ditempatkan pada posisi KREDIT.

Jika ada PENAMBAHAN untuk setiap jenis akun HUTANG maka harus di tempatkan pada posisi KREDIT sedangkan jika ada PENGURANGAN terhadap setiap jenis akun HUTANG maka harus ditempatkan pada posisi DEBIT.

Jika ada PENAMBAHAN untuk setiap jenis akun MODAL maka harus di tempatkan pada posisi KREDIT sedangkan jika ada PENGURANGAN terhadap setiap jenis akun MODAL maka harus ditempatkan pada posisi DEBIT.

Jika ada PENAMBAHAN untuk setiap jenis akun PENDAPATAN maka harus di tempatkan pada posisi KREDIT sedangkan jika ada PENGURANGAN terhadap setiap jenis akun PENDAPATAN maka harus ditempatkan pada posisi DEBIT.

Jika ada PENAMBAHAN untuk setiap jenis akun BEBAN maka harus di tempatkan pada posisi DEBIT sedangkan jika ada PENGURANGAN terhadap setiap jenis akun BEBAN maka harus ditempatkan pada posisi KREDIT.

Contoh Soal Analisa Bukti Transaksi Keuangan

Sahabat, agar anda lebih jelas dibawah ini kami berikan contoh cara menganalisa bukti transaksi keuangan, silahkan simak berikut ini :

Pada 5 April 2022, Usaha Bengkel Pak Amat membeli peralatan bengkel secara tunai senilai Rp 1000.000

Sahabat, dari adanya transaksi yang dilakukan bengkel pak amat seperti di atas, maka munculah bukti transaksi keuangan yaitu berupa nota pembelian. Dalam Nota tersebut terlihat barang yang dibeli apa saja, dan harganya.

Nah, kita analisa sekarang :

Transaksi tanggal 5 april 2022 adalah transaksi pembelian peralatan secara tunai senilai 1.000.000 rupiah. Dari transaksi ini, pertama kita cari tahu dulu, akun apa sajakah yang terpengaruh, setelah itu kita tentukan posisi akun tersebut apakah debit atau kredit.

Langkah pertama, Menentukan akun – akun yang terpengaruh :

Dalam transaksi pembelian tunai maka akun yang terpengaruh adalah Kas, hal ini karena kas akan digunakan untuk membayar barang (sesuatu) yang dibeli. Selanjutnya akun yang terpengaruh lainnya yaitu sesuatu yang dibeli, dalam transaksi tanggal 5 april yang dibeli adalah peralatan bengkel.

Langkah kedua, Menentukan posisi akun-akun yang terpengaruh :

Setelah diketahui akun-akun yang terpengaruh pada langkah 1 maka sekarang kita tentukan posisinya apakah masuk pada debit ataukah masuk pada kredit.

Bagaimana caranya ?

Caranya kita berpedoman pada Tabel aturan debit dan kredit di atas.

Untuk tanggal 5 april, akun kas yang merupakan salah satu jenis dari HARTA mengalami pengurangan, mengapa mengalami pengurangan? Karena telah digunakan untuk membeli peralatan, sehingga akun kas harus di KREDIT. Sedangkan akun peralatan (barang yang dibeli) mengalami penambahan, nah peralatan ini juga bagian dari jenis HARTA sehingga saat bertambah harus di tempatkan di posisi DEBIT.

Bagaimana sahabat, sudah jelas atau belum?

Jika Pembahasan Ini bermanfaat, silahkan di share agar teman-teman anda yang belum paham cara analisis bukti transaksi keuangan atau belum bisa membuat jurnal umum bisa segera paham.

Gravatar Image
Hi.... Saya Mualam, dalam situs ini saya ingin berbagi beragam informasi yang menurut saya bermanfaat dan menunjang pengetahuan. Jika ada Kesalahan silahkan sampaikan saran dan kritik membangun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *