0 Followers

NASA Minta Bantuan Netizen Untuk Memotret Awan, Untuk Apa Ya?

March 20, 2018
217 Views

Banyak di antara anda yang mungkin sudah tidak asing lagi dengan NASA. NASA (National Aeronautics and Space Administration) ini merupakan sebuah lembaga pemerintah milik Amerika Serikat, yang bertanggung jawab atas program luar angkasa Amerika Serikat dan penelitian umum luar angkasa jangka panjang.

NASA memiliki beberapa tujuan yang diantaranya adalah sebagai berikut: Memperluas dan mempertahankan aktivitas manusia di seluruh tata surya, memperluas pemahaman ilmiah tentang Bumi dan alam semesta, menciptakan inovasi ruang teknologi baru dan melakukan penelitian aeronautika terdepan.

Selain itu, NASA juga bertugas mengaktifkan program dan kemampuan institusi untuk melakukan kegiatan keluar-angkasaan dan aeronautika, berbagi ilmu pengetahuan dengan tenaga pendidik dan mahasiswa untuk memberikan kesempatan berpartisipasi.

Baru-baru ini, NASA meminta bantuan kepada masyarakat yang memiliki smartphone yang dilengkapi dengan kamera dan koneksi internet. Ada apakah gerangan? Untuk apa NASA meminta bantuan dari masyarakat?

Dan ternyata, hal tersebut dilakukan untuk mendukung sebuah proyek yang tengah dilakukan oleh mereka. Proyek yang sedang dikerjakan oleh mereka ini bernama CERES (Clouds and the Earth’s Radiant Energy System), yang melibatkan sejumlah satelit.

NASA Siapkan Proyek CERES

Seperti yang sudah disebutkan di atas, NASA membutuhkan bantuan masyarakat untuk mendukung proyek yang sedang mereka kerjakan saat ini, yang ada kaitannya dengan awan dan sistem energi radiasi bumi.

Keterlibatan satelit dalam proyek ini berhubungan dengan studi tentang iklim terestrial dan pengaruh awan pada iklim tersebut. Namun, terkadang sulit membedakan antara penampakan awan dari satelit dengan beberapa elemen yang terdapat di permukaan planet, seperti salju misalnya.

Itulah sebabnya mengapa mereka membutuhkan partisipasi dan dukungan dari masyarakat dunia, termasuk anda semua untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Bentuk pastisipasinya adalah dengan meminta semua pengamat awan untuk mengambil gambar (memotret) langit dan membaginya dengan agen jarak jauh melalui sebuah aplikasi.

Proyek teknologi warga negara ini diperlukan untuk memvalidasi informasi atau pengetahuan dari enam instrumen pengamatan Bumi di satelit yang berbeda. Dan tentu saja hal tersebut akan membuat #CloudTwitter menjadi sangat senang.

Alat tersebut juga merupakan bagian dari usaha proyek Clouds and the Earth’s Radiant Energy Machine (CERES), yang tujuannya adalah untuk mencatat pergerakan awan yang akurat dalam ramalan cuaca lokal.

Apa Itu Proyek CERES NASA?

Selama lebih dari 30 tahun, Direktorat Ilmu Pengetahuan yang berada di Pusat Penelitian Langley NASA telah membentuk atau menemukan cara agar ilmuwan bisa mengukur energi masuk dan keluar dari Bumi.

Dan untuk tujuan itulah The CERES Science, Data Management, Data Processing and Stewardship Tim dibentuk dan dikhususkan untuk menyediakan data Anggaran Radiasi Bumi yang sangat berharga kepada para komunitas sains.

Percobaan CERES (CERES Experiment) adalah salah satu instrumen satelit ilmiah dengan prioritas tertinggi, yang dikembangkan untuk NASA’s Earth Observing System (EOS).

Instrumen CERES pertama kali diluncurkan pada bulan Desember 1997, di atas kapal Rainfall Measurement Mission (TRMM) milik NASA, dimana instrumen CERES mengumpulkan pengamatan pada tiga misi satelit terpisah, termasuk observatorium EOS Terra and Aqua dan pengamatan Suomi National Polar-Orbiting Partnership (S-NPP) dan Joint Polar Satellite System.

Joint Polar Satellite System merupakan sebuah kemitraan antara NASA dan NOAA.

Pada musim gugur 2017, CERES FM6 akan diluncurkan di JPSS-1, menjadi yang terakhir dalam serangkaian instrumen CERES yang berhasil membantu kita untuk mengamati dan mempelajari sistem alam yang berhubungan dengan Bumi, dengan catatan data jangka panjang dengan lebih baik.

Setelah anda mengenal apa itu CERES, kini waktunya anda untuk mengetahui hubungan antara proyek ini dengan permintaan bantuan oleh NASA kepada masyarakat.

Apakah permintaan ini pertanda kalau sesuatu yang buruk akan terjadi? Atau mungkin Bumi sedang dalam masalah yang besar? Kita tidak tahu pasti apa sebenarnya tujuan NASA melakukan hal ini.

Tapi berdasarkan informasi yang didapat sejauh ini, NASA hanya ingin melakukan pengamatan pada awan untuk mengamati iklim di Bumi. Apa benar seperti itu? Yuk langsung saja temukan jawabannya pada penjelasan di bawah ini.

Kaitan Antara Proyek CERES dan Penelitian Terhadap Awan

Dengan tujuan strategis NASA untuk memajukan pengetahuan tentang Bumi, Proyek Clouds dan the Earth’s Radiant Energy System (CERES) dirancang untuk meningkatkan pemahaman kita tentang hubungan antara awan, radiasi matahari dan gelombang panjang. Sudah hampir sekitar satu dekade NASA melakukan kegiatan pengamatan ini.

Pertanyaan utama yang ingin ditemukan jawabannya masih tetap sama, yaitu bagaimana iklim yang memanas akan mempengaruhi awan, yang memainkan peran penting dalam apa yang oleh para ilmuwan disebut “anggaran radiasi” planet ini.

Pengertian hubungan membutuhkan penentuan anggaran distribusi dan radiasi awan, serta awan terkait sifat microphysical dan macrophysical.

Sejak awal, proyek CERES yang melakukan pengukuran terhadap semua radiasi gelombang ini telah mengumpulkan beberapa data penting, yang dibuat berdasarkan observasi sebelumnya dari data Percobaan Anggaran Radiasi Bumi (ERBE) NASA, untuk membuat catatan fluks radiasi 30 tahun di bagian atas atmosfer bumi.

Yang dimaksud dengan “Anggaran radiasi” adalah pertukaran radiasi matahari masuk dan radiasi keluar yang terus berubah, yang dipancarkan oleh Bumi atau tercermin oleh permukaan awan dan aerosol bumi.

Jumlah energi berfluktuasi, namun “anggaran” selalu mendekati keseimbangan, berarti fluks radiasi yang masuk dan keluar kira-kira sama. Perubahan dalam anggaran ini sangat menentukan suhu dan iklim bumi.

Penggunaan sensor baru, yaitu CERES Flight Model (FM) 5, yang melanjutkan rekaman data iklim selama kurang lebih 30 tahun dari energi pancaran Bumi, telah disampaikan lebih cepat dari jadwal dan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Northrop Grumman Space Technologies.

Instrumen CERES FM 5 ini telah terbang sebagai bagian dari National Polar-orbiting Operational Environmental Satellite System (NPOESS) Preparatory Project (NPP) pada tahun 2010 yang lalu. Empat sensor CERES yang ada saat ini telah beroperasi di pesawat luar angkasa Terra dan Aqua Earth Observing System milik NASA.

Peranan Awan Dalam Penentuan Iklim

Awan merupakan salah satu unsur yang memainkan peranan yang sangat penting dalam iklim matahari, yang mencapai permukaan dan berperan terhadap jumlah energi Bumi yang terpancar kembali ke angkasa.

Semakin banyak energi yang terjebak di dalam planet ini, maka akan semakin hangat iklim kita. Akan tetapi jika energi yang terkumpul ternyata lebih sedikit, maka iklim akan menjadi lebih dingin.

Memahami keseimbangan energi ini sangat penting dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait perubahan iklim yang terjadi. Baru-baru ini, para ahli iklim telah menemukan adanya tanda-tanda aktivitas manusia di planet ini yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim.

Berdasarkan dengan ketinggian, struktur dan komposisinya (es atau air), awan akan mengatur energi yang berbeda. Satu awan bisa menjebak panas dengan merefleksikan energi kembali ke permukaan dan yang lainnya bisa merefleksikannya ke sinar matahari, sehingga menyebabkan permukaan menjadi dingin.

Malam yang tidak berawan biasanya akan terasa lebih dingin dibandingkan dengan malam yang mendung. Tanpa adanya pemanasan matahari dan lapisan awan yang berfungsi untuk melindungi kita, maka permukaan bumi akan memancarkan lebih banyak panas ke angkasa di malam hari yang tidak berawan, sehingga membuatnya lebih dingin.

Jenis-Jenis Awan

Di langit, tak hanya ada satu jenis awan saja, melainkan banyak. Masing-masing jenis awan tersebut memiliki karakteristik masing-masing.

Ada yang tebal, tipis dan sebagainya. Berikut ini kami akan menyebutkan beberapa jenis awan yang didasarkan pada bentuk dan ketinggiannya, yang terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

  • Awan Tinggi

Awan tinggi adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian lebih dari 20.000 kaki di atas permukaan laut. Awan tinggi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : Cirrus, Cirrostratus dan Cirrocumulus.

  • Awan Sedang

Awan sedang adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian 6.500 sampai 20.000 kaki di atas permukaan laut. Awan sedang terbagi menjadi 3 jenis. Jenis jenis awan sedang adalah sebagai berikut: Awan Altostratus, Altocumulus dan Nimbostratus.

  • Awan Rendah

Awan rendah adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian kurang dari 6.500 kaki di atas permukaan laut. Awan rendah terbagi menjadi 4 jenis. Jenis jenis awan rendah adalah seperti: Awan Cumulus, Awan Stratus, Cumulonimbus dan Stratocumulus.

Jumlah Awan Menentukan Iklim

Tahukan anda kalau jumlah awan di langit juga memegang peranan penting dalam mengatur iklim di planet kita? Dengan mengetahui seberapa banyak Bumi ditutupi awan, ahli iklim dapat mengamati tanda-tanda perubahan iklim.

Peningkatan atau penurunan jumlah dan jenis awan dapat mengindikasikan bahwa umpan balik iklim bekerja untuk mendinginkan atau menghangatkan planet ini.

Menghitung awan bagaimanapun tidak mudah untuk dilakukan dan tidak semua orang bisa. Dari luar angkasa, satelit terbatas dipakai untuk membantu melihat puncak awan dan awan-awan yang ukurannya lebih kecil dari pada footprint satelit. (Jejak atau footprint adalah dimensi horizontal pengukuran satelit, yang bisa berada puluhan kilometer di sepanjang sisi.)

Dari permukaan, pengamatan awan secara tradisional dilakukan oleh para pengamat manusia, yang seringkali sangat tidak akurat hasilnya, terutama di malam hari. Penggunaan radar dan lidar jauh lebih akurat.

Namun, karena teknologinya baru dan mahal, hanya ada sedikit instrumen saja yang beroperasi. Pengamatan permukaan akan selalu terbatas pada lingkungan yang kasar dan jarang dihuni. Masalah ini ditangani oleh program lapangan khusus yang mempelajari awan di lingkungan.

Partisipasi Masyarakat Terhadap Proyek CERES Milik NASA

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, NASA sedang membutuhkan bantuan dari masyarakat untuk memotret langit. Sekalipun NASA sudah memiliki satelit khusus yang canggih di angkasa untuk memotret langit dari atas sana, namun ternyata alat tersebut belum cukup untuk memberikan data yang akurat, terutama untuk melakukan pengamatan awan.

Pengamatan awan ini sangat diperlukan oleh NASA untuk menentukan iklim dan mengetahui beberapa tanda kalau-kalau terjadinya perubahan iklim.

Beberapa kelemahan satelit dalam mengamati awan dari angkasa adalah dikarenakan banyak dan bervariasinya bentuk dan jenis-jenis awan di langit. Tak hanya itu, kenampakan yang diambil dari angkasa tidak begitu akurat, karena alat tersebut tidak bisa membedakan antara awas dan lapisan es yang menutupi daerah tertentu di Bumi.

Menurut NASA, salah satu contoh awan yang agak sulit untuk diamati adalah awan cirrus yang sangat tipis, yang pada dasarnya adalah jenis awan paling umum yang tidak biasa, yang sangat sulit dikenali dengan latar belakang salju.

Awan Cirrus atau Sirus memiliki ciri khas dimana awan yang warna putihnya terpisah, terletak di bagian paling tinggi dalam tingkatan awan dan juga sangat tipis. Awan ini juga memiliki serat seperti gula-gula kapas. Awan cirrus terdiri dari kristal es dan terbentuk pada saat uap air membeku menjadi kristal es pada ketinggian diatas 8000 m.

Awan cirrus ini memiliki bentuk yang sederhana, penyebarannya pun tidak tetap namun mudah dikenali, terutama pada saat ada sinar atau cahaya terang. Maka awan ini akan tampak membentuk jalur yang rata.

Apabila awan cirrus dilihat pada posisi horizon, yaitu ketika matahari terbit dan tenggelam, maka daerah awan tersebut tampak cahaya berwarna kuning terang, merah dan hampir menutup sebagian besar langit diatasnya

Itulah sebabnya mengapa tak hanya mau berpatokan pada hasil pengamatan satelit saja, tapi juga ingin membandingkannya dengan hasil pengamatan yang dilakukan di bumi.

Bagaimana caranya? Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengumpulkan potret atau foto langit yang dikumpulkan dari masyarakat dunia. Oleh karena itu, NASA membutuhkan partisipasi dari anda dan seluruh masyarakat. Anda yang merasa tertarik dengan proyek ini juga bisa bergabung, selama anda memiliki smartphone yang dilengkapi dengan kamera.

Bagaimana Cara Untuk Berpartisipasi?

Jika anda merasa tertarik dan ingin ikut ambil bagian di dalam proyek NASA ini, anda bisa bergabung segera. Caranya mudah sekali. Pertama-tama yang pasti anda harus punya kamera handphone atau smartphone. Selanjutnya, anda harus memastikan anda memiliki sambungan internet.

Setelah anda memenuhi kedua persyaratan di atas, barulah anda bisa lanjut ke step yang berikutnya, yaitu men-download aplikasi khusus GLOBE Observer yang tersedia untuk pengguna iOS dan android.

Aplikasi inilah yang akan memberi petunjuk langkah demi langkah untuk mempublikasikan rekaman awan anda. Sebagai contoh, aplikasi tersebut akan menanyakan secara keseluruhan warna apa langit itu (dari biru tua sampai biru muda) sampai apa visibilitasnya (dari yang sangat transparan menjadi sangat kabur).

Selain itu, anda akan ditanya jenis awan apa yang anda lihat tersebut. Aplikasi ini memiliki beberapa foto awan yang dapat membantu anda mengidentifikasi jenis awan di langit tersebut. Ada pula banyak grafik ID awan yang on-line untuk memungkinkan anda memilih.

Dan jika anda memotret foto pada waktu yang sama dengan satelit instrumen CERES yang berada di atas kepala anda, NASA akan mengirimi anda observasi berbasis ruang untuk anda bandingkan.

Badan antariksa meluncurkan tantangan ini sekarang, karena musim semi biasanya mengarah pada aktivitas awan yang cukup menarik.

Perubahan musim dari musim dingin sampai musim panas diprediksi bisa sangat berangin, sehingga NASA harus melakukan pengecekan dua kali data dari satu instrumen CERES yang diluncurkan pada bulan November 2017 dan mulai melakukan pengukuran pada awal tahun 2018.

Anda bisa berpartisipasi di dalamnya sampai dengan tanggal 15 April, dengan cara mengirim rekaman awan hingga 10 gambar awan atau langi per hari. Jika anda melihat awan asperitas apokaliptik, tambahan terbaru dan mengerikan di dalam Atlas Awan Global, maka anda harus dengan cepat memberitahukannya.

Para periset akan menggunakan dan menilai data awan yang diberikan oleh masyarakat ini untuk membantu memvalidasi data satelit dari ilmuwan NASA, yang bekerja dengan enam instrumen yang dikenal dengan CERES.

Kesimpulan

Proyek CERES merupakan salah satu proyek penting NASA yang ditugaskan untuk mempelajari iklim bumi, termasuk peran awan dalam perubahan iklim.

Namun, NASA menjelaskan bahwa instrumennya tidak dapat selalu membedakan antara awan dan hal-hal lain yang ada di Bumi dari atas planet ini. Misalnya, sulit untuk memisahkan awan cirrus kurus yang tipis dari latar belakang salju, terutama karena keduanya ditemukan di dataran tinggi

Oleh karena itu, akhirnya pihak NASA meminta bantuan untuk mendapatkan foto langit dan awan yang diambil dari Bumi, yang nantinya akan dibandingkan dengan kenampakan yang diambil dari satelit, untuk memastikan instrumen tersebut melakukan pengidentifikasian awan dengan benar.

Bagi mereka yang bersedia untuk membantu, dapat mendownload aplikasi GLOBE Observer, yang tersedia di iOS dan Android, yang dilengkapi petunjuk terperinci tentang cara mengambil dan mengirimkan foto, serta rincian apa yang harus disertakan.

NASA juga mengatakan bahwa perubahan musim antara musim dingin dan musim panas adalah yang paling penting untuk data ini, karena mencakup beberapa aktivitas awan yang sangat menarik.

Itulah tadi sedikit informasi yang bisa kami sampaikan. Nah, sekarang anda sudah tahu kan alasan mengapa NASA meminta masyarakat untuk memotret langit?

Setelah membaca artikel ini dan mengetahui bahwa NASA sedang membutuhkan bantuan, apa yang akan anda lakukan? Kalau anda tertarik untuk membantu dan berpartisipasi, anda bisa mengikuti cara atau langkah-langkah yang disebutkan di atas tadi. Jangan segan-segan untuk mendukung proyek ini, karena apa yang anda lakukan bisa sangat membantu untuk menyelamatkan Bumi.

You may be interested

Yuk, Ketahui Tentang Ekologi
science
71 views
science
71 views

Yuk, Ketahui Tentang Ekologi

Vera Essy - May 25, 2018

Pernahkah Anda mendaki di hutan dan melihat keragaman organisme yang luar biasa hidup bersama, dari pohon pakis sampai pohon jamur…

Fakta Dan Mitos Permainan Judi Baccarat
blog
238 views
blog
238 views

Fakta Dan Mitos Permainan Judi Baccarat

Vera Essy - May 22, 2018

Sejak permainan casino didasarkan pada perjudian, pastinya akan ada banyak mitos seputar berbagai permainan karena sebagian orang percaya begitu banyak…

Penjelasan Mengenai Intranet Serta Perbedaannya Dengan Internet
Teknologi
156 views
Teknologi
156 views

Penjelasan Mengenai Intranet Serta Perbedaannya Dengan Internet

Vera Essy - April 29, 2018

Di era yang serba modern sekarang ini, kita semua pastinya sudah saling terhubung menggunakan teknologi. Bisa dibilang bahwa teknologi merupakan…