Followers

Hal Penting Yang Dimiliki Tanah Untuk Kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari ada bagian dari bumi yang memiliki peranan penting yang terkadang kita lupakan. Salah satu bagian dari bumi itu adalah tanah. Tanah memiliki peranan penting bagi kehidupan kita. Ini dikarenakan tanahlah yang memberikan kehidupan bagi manusia, hewan dan tumbuhan.

Nah, bagi kalian yang ingin tahu lebih banyak tentang peranan tanah dalam kehidupan sehari-hari. Kalian bisa mencari tahunya disini.

Peranan Penting Tanah Dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanah adalah kumpulan tubuh alam yang menduduki sebagian besar daratan planet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman dan sebagai tempat mahluk hidup lainnya dalam melangsungkan kehidupannya. Tanah mempunyai sifat yang mudah dipengaruhi oleh iklim, serta jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam jangka waktu tertentu.

Dalam bahasa Yunani tanah itu berarti pedon, sedangkan dalam bahasa latin tanah berarti solum yang merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.

Peranan tanah sangat vital bagi semua kehidupan di bumi, karena tanahlah yang mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga merupakan tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.

Ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenai tanah dikenal sebagai ilmu tanah. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.

Proses Pembentukan Tanah Membutuhkan Waktu Yang Panjang

Tanah yang ada di bumi ini tidak begitu saja ada. Melainkan ada beberapa proses yang harus dilalui dan itu sangat panjang bahkan sampai memakan waktu sampai ratusan hingga ribuan tahun.

Nah, ini dia tahapan awal bagaimana tanah bisa terbentuk.

Pelapukan

Batuan yang tersingkap di permukaan bumi akan mengalami pelapukan tanpa merubah susunan kimianya. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya pelapukan ini. Misalnya karena adanya sinar matahari, perubahan suhu yang ekstrim dan hujan.

Interaksi antara batuan dengan atmosfer dan hidrosfer dapat memicu terjadinya pelapukan secara kimiawi. Hal ini dapat menyebabkan batuan menjadi tidak stabil dan rapuh (cracking) sehingga mudah ditumbuhi tumbuhan seperti lumut.

Pelunakan

Setelah batuan menjadi lapuk, maka air dan udara dapat dengan mudah merembes masuk ke dalam batuan tersebut sehingga membuat pelapukan di dalam batuan. Pada tahap ini, calon makhluk hidup (organic matter) mulai dapat tumbuh di lapisan permukaan batuan karena sudah terdapat air dan udara yang dapat mendukung kehidupan. Contohnya adalah lumut. Lumut tersebut dapat membuat batuan menjadi berlubang sehingga dapat dimasuki oleh tumbuhan kecil.

Pertumbuhan

Setelah proses pelapukan dan proses pelunakan terjadi, proses selanjutnya yang menjadi faktor pembentuk tanah yaitu dengan tumbuhnya keanekaragaman tumbuhan perintis, yang dimasud dengan tumbuhan perintis disini adalah tumbuhan yang akarnya lebih besar dari lumut sehingga akar tadi masuk kedalam batuan yang lunak dan akhirnya akan memecah batuan tersebut.

Penyuburan

Proses penyuburan ini merupakan proses terakhir dalam pembentukan tanah, dalam proses ini tanah yang terbentuk akan mulai mengalami proses – proses pengayaan, yang sebelumnya hanya mempunyai mineral – mineral dari proses pelapukan kemudian akan bertambah subur dengan adanya pelapukan organik yang berasal dari binatang atau tumbuhan yang mati di permukaan dan dalam hal ini mikroorganisme tanah merupakan peranan penting dalam proses pemebentukan tanah.

Hal Yang Berperan Dalam Pembentukan Tanah

Suhu sangat berpengaruh bagi proses pembentukan tanah ini meliputi evapotranspirasi yang meliputi gerak air di dalam tanah, juga meliputi reaksi kimia bilamana suhu makin besar maka makin cepat pula reaksi kimia akan berlangsung.

Selain suhu ada beberapa hal lain yang mendukung proses dari pembentukan tanah. Hal-hal tersebut adalah:

Organisme

Organisme hidup yang berperan dalam proses pembunuhan tanah terutama adalah vegetasi dan jasad renik. Vegetasi akan berpengaruh pada pelapukan fisik, kimia dan organik, sedangkan jasad renik akan mempercepat proses pembusukan sisa-sisa bahan organik. Jasad renik ini akan bekerja intensif pada suhu berkisar 25°C. Oleh karena itu, pembusukan tanah organik di daerah tropika sangat intensif.

Iklim

Iklim sebetulnya terbagi menjadi beberapa unsur. Hanya saja, unsur iklim yang paling berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah adalah sekedar suhu udara dan curah hujan.

Suhu mempengaruhi kecepatan proses pelapukan fisik batuan, semakin tinggi suhu maka pelapukan batuan akan semakin cepat, sedangkan semakin rendah suhu maka pelapukan akan semakin lambat.

Adapun curah hujan dapat mempengaruhi kekuatan erosi dan leaching batuan induk. Curah hujan yang tinggi akan membuat keasaman tanah semakin meningkat sehingga tanah akan terkorosi secara kimia.

Waktu

Perubahan batuan induk untuk menjadi tanah memerlukan waktu yang cukup lama. Biasanya untuk membentuk tanah setebal 30 cm memerlukan waktu 100 tahun. Batuan gamping atau kapur dapat membentuk tanah gamping yang kesuburannya kurang.

Batuan vulkanis terutama abu gunung berapi dapat menjadi subur bagi tanaman. Tanah juga terbentuk dari hancuran sisa-sisa daun atau akar tumbuhan dan binatang. Tanah demikian disebut tanah organik.

Tanah organik juga subur bagi tanaman. Tanah yang sebagian berasal dari bahan pepohonan yang terpendam di daerah rawa-rawa disebut tanah gambut. Tanah gambut banyak tersebar antara lain di daerah pantai Sumatra dan Kalimantan.

Bahan Induk

Bahan induk terdiri atas batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Batuan induk akan hancur dan akan menjadi bahan induk, mengalami proses pelapukan dan akhirnya menjadi tanah.

Tanah yang terdapat di permukaan bumi sebagian memperlihatkan sifat (terutama sifat kimia) yang sama dengan bahan induknya. Bahan induk yang masih terlihat, seperti tanah berstuktur pasir berasal dari bahan induk yang kandungan pasirnya tinggi.

Susunan kimia dan mineral pada bahan induk akan memengaruhi intensitas tingkat pelapukan dan vegetasi di atasnya. Bahan induk yang banyak mengandung unsur Ca akan membentuk tanah dengan kadar ion Ca yang banyak pula, sehingga dapat menghindari penyucian asam silikat membentuk tanah yang berwarna kelabu. Sebaliknya bahan induk yang kurang kandungan kapurnya akan membentuk tanah yang warnanya lebih merah.

Topografi

Alam dapat mempercepat atau memperlambat kegiatan iklim. Pada tanah datar, kecepatan pengaliran air lebih kecil daripada tanah yang berombak. Topografi yang miring akan mepergiat berbagai proses erosi air, sehingga akan membatasi kedalaman solum tanah.

Sebaliknya genangan air didataran, dalam waktu lama atau sepanjang tahun akan mempengaruhi ilklim nibsi sehingga tidak begitu nampak dalam perkembangan tanah.

Didaerah beriklim humid tropika dengan bahan induk tuff vulkanik, pada tanah yang datar maka akan membentuk tanah jenis latosol berwarna coklat, sedangkan di lereng pegunungan akan terbentuk latosol merah.

Didaerah semi arid (agak kering) dengan bahan induk naval pada topografi datar akan membentuk tanah jenis grumosol berwarna kelabu, sedangkan dilereng pegunungan akan terbentuk tanah jenis grumosol berwarna kuning coklat.

Di lereng pegunungan yang curam akan terbentuk tanah dangkal. Adanya pengaliran air dapat menyebabkan tertimbunnya garam-garam di kaki lereng, sehingga di kaki gunung berapi di daerah sub humid akan terbentuk tanah berwarna kecoklat-coklatan yang bersifat seperti grumosol, baik secara fisik maupun kimianya.

Di lereng cekung seringkali bergabung membentuk cekungan pengendapan yang mampu menampung air dan bahan-bahan tertentu sehingga terbentuk tanah rawang atau merawang

Jenis-Jenis Tanah

Mungkin kita melihat tanah itu bentuknya sama saja, namun sebenarnya tanah itu memiliki jenisnya sendiri. Berikut ini ada beberapa jenis tanah yang kalian harus tahu.

Tanah andosol

Jenis tanah yang satu ini tidak bisa ditemukan di sembarang tempat, melainkan hanya khusus di sekitar daerah gunung api ataupun daerah yang terdapat gunung api purba. Hal tersebut karena tanah andosol adalah tanah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik pada gunung berapi.

Ciri-ciri dari tanah andosol adalah warnanya yang coklat dan keabuan. Tanah ini memiliki kandungan air, unsur hara dan mineral yang baik, membuat tanah ini bersifat subur dan baik untuk bercocok tanam. Karena hanya terdapat di daerah sekitar gunung berapi, maka lokasi dimana dapat ditemukan tanah andosol pun di sekitar ring of fire, seperti Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Tanah Laterit

Tanah laterit biasanya berwarna merah atau kekuningan. Tanah ini tergolong tidak subur dan miskin dengan unsur hara. Jenis tanah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan harus dilakukan proses reboisasi agar bisa subur kembali. Jenis tanah ini tersebar di daerah Kalimantan Barat, Gunung Kidul, Pacitan dan Banten. Jenis tanah ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri gerabah atau keramik.

Tanah Humus

Merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Tanah humus merupakan jenis tanah yang sangat subur karena banyak mengandung unsur hara dan mineral.

Karakteristik tanah humus : Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah humus mengandung unsur hara dan mineral yang banyak yang berasal dari pelapukan tumbuhan. Sehingga warnanya agak kehitam hitaman.

Tanah humus terdapat di daerah yang memiliki banyak hutan. Seperti daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi.

Tanah Aluvial

Tanah yang satu ini adalah yang menjadi tanah karena endapan lumpur yang pada umumnya terbawa oleh aliran air sungai. Kita bisa menemukan jenis tanah ini di bagian hilir karena terbawa dari hulu. Warna dari tanah ini umumnya coklat sampai abu-abu.

Tanah Regosol

Tanah regosol terbentuk dari material yang dikeluarkan letusan gunung berapi yang belum mengalami perkembangan sempurna. Tanah jenis ini bertekstur kasar dan berbahan organik rendah.

Sifat demikian membuat tanah tidak dapat menampung air dan mineral yang dibutuhkan tanaman dengan baik. Tanah regosol lebih cocok untuk tanaman palawija dan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air. Tanah ini tersebar di Jawa, Sumatera dan Nusa Tenggara.

Tanah Grumusol

Tanah Grumusol ini adalah tanah yang terbentuk karena adanya pelapukan batuan kapur serta tuffa vulkanik. Karena ini merupakan tanah yang berasal dari batuan kapur, jenis tanah ini tergolong tidak subur, sebab kandungan organik di dalamnya cukup rendah.

Ciri dari tanah ini adalah warnanya hitam dan teksturnya kering, sehingga ketika musim kemarau akan mudah retak. Biasanya, tanah grumusol berada permukaan yang memiliki ketinggian lebih dari 300 meter dari permukaan laut serta memiliki bentuk topografi yang datar atau bergelombang.

Perbedaan suhu ketika panas dan hujan akan sangat terasa pada jenis tanah yang satu ini. Persebarannya sendiri antara lain di daerah Jawa dan Nusa Tenggara Timur

Tanah Kapur

Seperti namanya, tanah kapur ini merupakan jenis tanah yang berasal dari pelapukan batuan kapur. Dan biasanya, tanah kapur tidak cocok untuk pertanian, karena terlalu kering sehingga ketika kita mencoba menanam sesuatu di atasnya akan membutuhkan lebih banyak air dari yang biasanya.

Akan tetapi ada beberapa tanaman yang mungkin tetap bisa tumbuh di atas tanah kapur, seperti pohon jati dan pohon keras lainnya.

Ciri dari tanaman ini adalah warnanya putih dan teksturnya kasar, bahkan biasanya akan disertai batuan dan pasir. Persebaran tanah jenis ini adalah di NTT dan Jawa.

Karakteristik tanah

Tubuh tanah (solum) merupakan batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen.

Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. Tanah non-organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral. Sebaliknya, tanah organik (organosol/humosol) terbentuk dari pemadatan terhadap bahan organik yang terdegradasi.

Tanah organik yang berwarna hitam merupakan pembentuk utama lahan gambut dan kelak dapat menjadi batu bara. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil dekomposisi berbagai bahan organik.

Biasanya kelompok tanah ini miskin akan mineral, pasokan mineral yang di dapat berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk hidup. Tanah organik ini dapat ditanami karena memiliki sifat fisik gembur (sarang) sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian optimum.

Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Mineral ini akan membentuk partikel pembentuk tanah. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga partikel pembentuk tanah: pasir, lanau (debu) dan lempung. Tanah pasiran didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam).

Kegunaan Tanah Bagi Kehidupan

Tidak hanya sebagai penumbuh tanaman, tanah memiliki segudang manfaat yang sebenarnya tidak kita sadari. Berikut ini ada kegunaan tanah yang kalian harus tahu.

Membantu pembentukan tambang

Tanah memiliki sifat tertentu dan kepadatan tertentu. Tanah sendiri terdiri dari lapisan-lapisan yang berbeda kepadatan dan strukturnya. Tanah dapat membantu proses pelapukan batuan yang membantu pembuatan bahan bakar fosil, manfaat barang tambang seperti minyak tanah. Emas hitam yang menjadi salah satu kebutuhan utama dunia saat ini itu di bentuk dengan dipengaruhi oleh kondisi struktur tanah pembuatnya.

Untuk membuat pulau buatan

Ini yang dilakukan oleh negara tetangga kita, Singapura. Negara singa ini memiliki wilayah kecil namun memiliki penduduk yang sangat berkualitas kecerdasannya. Mereka banyak menciptakan teknologi dan salah satunya dengan menambah keluasan dataran mereka dengan membangun dataran baru dengan bahan baku tanah.

Sumber air sumur

Sekarang ini di Indonesia selain menggunakan air dari PDAM, masih banyak juga yang menggunakan air dari sumur untuk bisa menunjang kebutuhan sehari-hari. Tanah sangat banyak manfaat salah satunya yaitu bisa mengeluarkan air yang bisa digunakan oleh masyarakat.

Namun tentu dengan menjaga kelestarian yaitu dengan menjaga untuk tidak menebang pohon sembarangan baik dihutan maupun dilingkungan, rajin menanam pohon untuk selalu menjadi pencegah banjir, longsor dan yang lainnya.

Fungsi keseimbangan ekologis

Bagi manusia tanah sangat berperan penting dalam mempercepat proses penyerapan. Di perkotaan sangat rawan terjadi banjir karena tanahnya sudah mengeras dan di jadikan aspal. Sebenarnya tanah turut membantu penyerapan air lebih cepat sehingga air hujan yang turun, tidak terlalu lama tergenang dan menyebabkan banjir.

Sebagai lahan pertanian

Tanah sangat penting sekali bagi para petani untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, karena  ini merupakan mata pencaharian mereka. Dengan adanya tanah maka para petani bisa melangsungkan hidupnya dengan bercocok tanam apalagi jika tanahnya subur, maka akan banyak sekali keuntungan yang didapatkan para petani.

Penyedia kebutuhan primer tanaman

Tidak hanya manusia saja yang belajar kebutuhan dan mempunyai kebutuhan primer. Namun semua makhluk hidup juga mempunyai kebutuhan primernya masing- masing, tak terkecuali tanaman.

Tanah merupakan media yang akan menyediakan kebutuhan primer dari tanaman untuk dapat melaksanakan aktivitas metabolismenya, baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi.

Sebagai habitat biota tanah

Fungsi tanah sebagai habitat biota tanah ini baik yang bersifat positif karena terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang bersifat negatif karena merupakan hama penyakit pada tanaman.

Itulah beberapa fungsi atau manfaat dari tanah yang dapat dirasakan oleh tanaman. Tanah merupakan benda yang sangat vital bagi tanaman. Tanpa adanya tanah, tanaman akan sulit sekali untuk hidup dan juga tumbuh.

Baru- baru ini di dunia pertanian atau perkebunan telah mengembangkan media tanam dan tumbuh baru dengan tidak menggunakan tanah atau unsur- unsurnya. Meski demikian, percayalah bahwa tanaman akan lebih baik apabila ditanam dengan menggunakan tanah.

Mengingat tanah tidak hanya sebagai media tanam dan tumbuh belaka, tanah juga dapat digunakan sebagai pelindung tanaman dari berbagai hama penyakit.

Wah, itu dia yang kalian harus tahu tentang tanah ya guys. Jadi kalian jangan anggap sepele sama tanah ini, karena kalau gak ada tanah pasti kita akan selalu kebanjiran.