Followers

Global Warming: Penyebab Dan Dampak Serta Cara Mengatasinya

Saat ini isu global warming (pemanasan global) sering dibicarakan dan menjadi bahasan yang menarik baik dalam skala kecil sampai tingkat Internasional. Ya, global warming memang sangat terkait dengan fenomena rusaknya beberapa komponen alam yang mengakibatkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Pemanasan global bahkan berdampak buruk bagi kehidupan, baik bagi manusia, tumbuh-tumbuhan maupun hewan serta alam sekitar.

Efek dari pemanasan ini telah menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim. Beberapa daerah sering terjadi hujan lebat yang menyebabkan banjir. Selain itu juga muncul angin puting belitung dan badai. Laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan adanya dampak-dampak dari perubahan iklim yang sudah ada dan yang mungkin terjadi dimasa depan.

Namun sudah tahukah anda apa yang dimaksud dengan Global Warming? Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab serta dampak dari global warming, kita simak bersama ulasan dibawah ini.

Pengertian Global Warming

Global warming atau kita kenal sebagai pemanasan global adalah meningkatnya temperatur suhu rata-rata di lapisan atmosfer, laut dan daratan di permukaan bumi. Pada dasarnya istilah Global Warming berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata Global yang dapat artinya sedunia atau pun sejagad dan kata Warming yang artinya pemanasan atau pun peningkatan panas. Jika diartikan dari asal katanya, maka global warming adalah pemanasan yang terjadi di seluruh bagian jagad raya.

Pemanasan global (global warming) menjadi salah satu isu lingkungan utama yang dihadapi dunia saat ini. Pemanasan global berhubungann dengan proses meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi. Peningkatan suhu permukaan bumi ini dihasilkan oleh adanya radiasi sinar matahari menuju ke atmosfer bumi, kemudian sebagian sinar ini berubah menjadi energi panas dalam bentuk sinar infra merah diserap oleh udara dan permukaan bumi.

Sebagian sinar infra merah dipantulkan kembali ke atmosfer dan ditangkap oleh gas-gas rumah kaca yang kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Gas-gas rumah kaca terutama berupa karbon dioksida, metana dan nitrogen oksida. Kontribusi besar yang mengakibatkan akumulasi gas-gas kimia ini di atmosfir adalah aktivitas manusia.

Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.

Efek pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan. Nah, agar lebih memahami apa arti global warming, maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli tentang pemanasan global. Di bawah ini adalah pengertian Global Warming menurut para ahli:

Pengertian Global Warming Menurut Beberapa Ahli

1. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat

Pengertian global warming menurut agen perlindungan lingkungan Amerika serikat adalah peningkatan suhu rata-rata di permukaan bumi, baik yang telah berlalu maupun yang sedang terjadi saat ini. Efek rumah kaca merupakan penyebab pemanasan global yang paling besar sehingga menyebabkan perubahaan iklim.

2. Asosiasi Energi Matahari New Mexico, Amerika Serikat

Menjelaskankan bahwa global warming merupakan peningkatan suhu atau temperatur rata-rata di permukaan bumi sebagai dampak dari efek rumah kaca yang dimana efek rumah kaca ini merupakan kejadian terperangkapnya panas di bumi karena terhalangnya gas emisi seperti karbondioksida di atmosfir karena asap kendaraan bermotor, polusi udara dari pabrik-pabrik atau industri dan kebakaran hutan.

3. Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam

Menjelaskan bahwa global warming adalah krisis lingkungan dan kemanusiaan terbesar yang terjadi pada saat ini. Atmosfer bumi sangat panas karena terperangkap oleh gas karbondioksida yang bisa mengancam perubahan iklim dan dapat menimbulkan bencana di permukaan bumi. NRDC ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di muka bumi untuk bertindak melawan pemanasan global agar efek buruknya bisa berkurang bagi kehidupan manusia.

4. National Wildlife Federation

Menjelaskan tentang pemanasan global sebagai peristiwa dimana bumi semakin hari panas demi hari, semakin banyak hujan lebat dan banjir, badai yang lebih intens dan kekeringan diperdalam. Peristiwa merupakan dampak nyata yang terjadi sebagai akibat dari pemanasan global di bumi. Pemanasan global juga mengubah lanskap kehidupan di bumi dan mematikan banyak spesies.

Perubahan cuaca dan lautan dapat menyebabkan munculnya penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Tingkat cuaca ekstrim dan meningkatnya laut karena mencairnya es di Kutub Utara dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian. Namun apa penyebab pemanasan global ini?

Penyebab Global Warming

Penyebab pemanasan global adalah dikarenakan oleh ulah manusia sendiri dengan pertumbuhan populasi teknologi dan industri serta penambahan populasi penduduk yang semakin bertambah dan hal ini lah yang akan menyebabkan pemanasan global di seluruh dunia. Berikut adalah penyebab pemanasan global :

1. Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca merupakan proses atmosfer untuk menghangatkan planet. Efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi yang kemudian terperangkap oleh gas-gas yang berada di atmosfer. Sehingga panas tersebut tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi.

Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.

2. Jumlah Kendaraan Yang Terus Bertambah

Meningkatnya jumlah kendaraan juga memberikan dampak yang begitu besar. Kendaraan yang meningkat maka akan menghasilkan karbondioksida yang besar. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya global warming. Lebih dari itu, penggunaan energi juga akan meningkat. Jadi, jumlah kendaraan yang terus bertambah ini tidak hanya menimbulkan kemacetan, tapi juga membuat suhu panas di bumi meningkat.

3. Pembakaran Hutan

Hutan gundul, banyak terjadi pembakaran hutan secara ilegal tanpa izin dari pemerintah. Padahal hutan banyak fungsinya, salah satunya ialah bisa mencegah terjadinya banjir. Selain itu, hutan pun dapat mereduksi suhu panas di bumi yang semakin meningkat. Sebuah sumber mengatakan bahwa pemanasan global meningkat 50% yang penyebabnya adalah CO2 atau karbondioksida. Dimana emisi karbondioksida disebabkan adanya kerusakan atau pembakaran hutan.

Sehingga hutan gundul menjadi salah satu penyebab meningkatnya pemanasan global bumi. Pembakaran hutan tidak hanya mengakibatkan banjir. Sebab lebih dari itu pembakaran hutan yang ‘katanya’ bertujuan untuk membuka lahan pertanian malah merusak ekosistem hutan sebab kita pun tidak akan mendapatkan udara yang bersih mengingat pepohonannya sudah dimusnahkan.

4. Borosnya Pemakaian Listrik

Semakin banyaknya alat elektronik yang ada secara tidak langsung sudah mendorong manusia untuk lebih boros dalam menggunakan listrik. Apalagi ada yang dengan tidak pedulinya menggunakan listrik padahal alat-alat elektoronik tersebut tidak sedang digunakan. Hal ini menjadikan energi yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik semakin bertambah.

Boros menggunakan listrik juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Karena adanya penguapan pada listrik jika listrik terlalu sering digunakan. Seharusnya pemakaian listrik digunakan secara efisien sesuai dengan keperluan sehingga tidak menyebabkan pemanasan global, walaupun tidak terlalu berpengaruh namun bisa menambah gas karbondioksida sehingga cepat terjadinya pemanasan global.

Tak heran di sepanjang jalan pernah kita lihat ada kampanye di tv atau dijalanan yang menghimbau untuk hemat listrik. Karena walaupun sedikit pengaruhnya jika semakin banyak justru akan merusak lingkungan sekitar dan merugikan diri sendiri membuat lingkungan sekitar menjadi tercemar.

5. Polusi Asap Dari Industri Pabrik

Dengan alasan membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat Indonesia, maka banyak pabrik industri yang tumbuh dan berkembang. Tidak lain dan tidak bukan untuk mensejahterakan rakyat. Supaya bisa mendapatkan penghasilan dengan bekerja.

Jika pernyataan di atas benar, maka wajar jika kita mendapatkannya, ya mendapatkan rasa panasnya bumi karena banyak polusi asap dari pabrik industri. Ini memang dilema, di satu sisi untuk kepentingan rakyat, tapi di sisi lain mengorbankan eksistensi bumi.

6. Variasi Matahari

Nah, yang satu ini juga dapat menyebabkan pemanasan global karena diakibatkan oleh variasi matahari. Suatu hipotesis menyatakan bahwa variasi dari Matahari yang diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini (Marsh and Henrik, 2000). Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer, sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer.

Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an. Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.

7. Polusi Metana Oleh Pertanian, Perkebunan dan Peternakan

Gas metana adalah suatu gas yang menempati urutan kedua sebagai salah satu penyebab utama terjadinya global warming. Gas metana ini berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri. Misalnya di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka akan meningkatkan gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi.

Perlu untuk anda ketahui bahwa proses terjadinya global warming atau pemanasan global di muka bumi ini tidak begitu saja terjadi. Banyak sekali penyebabnya bahkan kita tidak sadari ternyata apa yang kita lakukan juga memiliki dampak yang negatif terhadap bumi ini. Lalu bagaimana sih proses terjadinya pemanasan global ini? Nah, berikut ini adalah penjelasan lebih detailnya menganai proses terjadinya pemanasan global.

Proses Terjadinya Pemanasan Global

Pemanasan global ini bermula dari sinar matahari yang menyinari seluruh bagian bumi. Panas dari matahari ini akan diserap oleh bumi dan sebagiannya lagi dikembalikan ke atmosfer.

Akan tetapi, karena di atmosfer terdapat banyak gas efek rumah kaca, gas karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), metana, uap air dan lainnya dapat mengakibatkan panas matahari tidak mampu keluar dari bumi dan justru terperangkap, kondisi ini akan membuat panas matahari memantul ke bumi lagi.

Apabila hal ini terjadi setiap hari, maka akan bertambah banyak sinar matahari yang masuk ke bumi. Keadaan ini menjadikan semakin banyak gas yang tidak bisa dikembalikan ke atmosfer, alhasil bumi pun semakin panas. Inilah yang kemudian dinamakan pemanasan global atau global warming.

Sebenarnya kita tidak menyadari kedatangan global warming karena memang proses terjadinya global warming datang perlahan-lahan.

Dampak Global Warming

Dari penjelasan diatas, kita sudah tau hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Pemanasan global mempunyai dampak yang sangat luas yang tentunya memberikan pengaruh bagi kehidupan di bumi, terutama kehidupan manusia. Lantas apa sih dampaknya untuk kita? Dan adapun dampak-dampaknya bagi kehidupan antara lain:

1. Dampak Pada Pertanian

Dampak yang paling nyata dan paling kita rasakan dari pemanasan global terhadap pertanian adalah menurunnya produksi pertanian. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini tidak lepas dari keberadaan musim yang kacau dan ditambah dengan pola pergantian musim yang sulit sekali untuk diproduksi. Akibatnya para petani sangat kesulitan untuk menentukan masa tanam dan juga masa panen.

Belum lagi ditambah berbagai bencana alam yang sering terjadi akibat musim atau cuaca yang tidak menentu. Beberapa bencana alam yang sangat ditakuti oleh petani adalah hidrometeorologi yakni banjir, kekeringan serta angin puting beliung. Ketiganya sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian sehingga akan menurunkan produksi pertanian dari petani.

2. Dampak Terhadap Kesehatan Manusia

Dampak pemanasan global menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim dapat berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Dampak pemanasan global terhadap kesehatan manusia adalah sebagai berikut.

  • Meningkatnya kasus alergi dan penyakit pernapasan karena udara yang lebih hangat memperbanyak polutan, seperti spora jamur dan serbuk sari tumbuhan.
  • Meluasnya penyebaran penyakit. Sebagai contoh, DBD dan malaria adalah penyakit tropis yang saat ini telah menyebar ke daerah subtropis. Penyebabnya adalah suhu di udara subtropis yang saat ini menjadi lebih hangat sehingga patogen dapat berkembang biak di daerah subtropis.
  • Meningkatnya penyakit infeksi, yang semula menginfeksi hewan kemudian dapat menginfeksi manusia. Contohnya adalah flu burung dan flu babi.
  • Meningkatnya kasus orang meninggal akibat penyakit yang dipicu oleh cuaca panas, misalnya stress, stroke, dehidrasi, jantung dan ginjal.

3. Dampak Pada Daerah Kutub

Salah satu dampak pemanasan global adalah mencairnya es yang berada di kutub utara dan juga kutub selatan Bumi. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kutub utara dan kutub selatan Bumi adalah berupa es. Es yang berada di area kutub bumi volumenya sangatlah besar, data terakhir memperlihatkan bahwa es di Kutub Selatan (Antartika) mulai menyusut sebanyak 160 miliar ton setiap tahunnya. Es sebanyak itu meleleh dan turut menaikkan volume air laut, perkiraan ini didapat atas bantuan kapal luar angkasa Cryosat milik Eropa.

4. Dampak Permukaan Laut

Perubahan tinggi permukaan laut akan memengaruhi kehidupan di pantai. Dampak Kenaikan Permukaan laut adalah sebagai berikut.

  • Jika kenaikan permukaan air laut sekitar 100 cm, maka wilayah Belanda akan tenggelam 6%, banglade 17,5%, dan banyak pula-pulau yang hilang. Di Indonesia akan banyak pulau yang akan tenggelam sekitar 405.000 hektar daratan Indonesia tenggelam di garis pantai 81.000 kilometer.
  • Jika mencapai muara sungai, akan terjadi banjir akibat air pasang di daratan.
  • Pengaruh kenaikan air laut akan cepat terlihat dari ekosistem pantai. Daerah rawa-rawa pantai semakin meluas.

Pada daerah lautan akan mengalami peningkatan tinggi air laut karena mencairnya es. Kenaikan air laut yang mencapai bagian sungai dapat menyebabkan banjir air pasang, sehingga akan mempengaruhi ekosistem pantai, banyak pulau dan pantai yang akan tenggelam.

5. Dampak Sosial, Ekonomi dan Politik

Dampak lainnya yang akan dirasakan akibat pemanasan global terjadi pada sektor sosial, ekonomi dan politik. Kebakaran hutan, banjir dan becana angin topan, membawa kerugian yang sangat besar bagi Negara. Bencana-bencana ini memunculkan dampak sosial seperti perubahan mata pencaharian penduduk terutama di daerah pertanian.

Hal tersebut karena perubahan iklim menyebabkan kurangnya masa panen. Karena berkurangnya masa panen hasil panen pun menjadi berkurang sehingga para petani mencari mata pencaharian lain yang tidak tergantung pada iklim, sehingga menimbulakan terjadinya urbanisasi besar-besaran.

6. Dampak Pada Hewan Dan Tumuhan

Hewan dan tumbuhan adalah makhluk yang tidak berdaya menghadapi pemanasan global, mereka akan sulit untuk berpindah terutama tanaman. Tanaman akan tetap berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan tetapi pada akhirnya juga tidak akan mampu menghadapi cuaca ekstrim. Demikian pula dengan hewan akan kehabisan makanan dan melakukan migrasi ke tempat lain untuk mencari sumber makanan. Pada akhirnya hewan dan tumbuhan akan mengalami kepunahan karena sulit bertahan hidup.

Agar kita bisa merasakan kedatangan global warming atau pemanasan global berikut gejala-gejala yang bisa kita amati sebagai tanda kedatangan pemanasan global

  • Sering terjadinya angin raksasa, seperti topan dan puting beliung.
  • Musim hujan sudah tidak teratur dan sulit diprediksi.
  • Banyak terumbu karang yang memutih.
  • Bencana banjir dan longsor ada di mana-mana.
  • Kebakaran hutan besar-besaran.
  • Satelit bergerak lebih cepat.
  • Peningkatan kasus alergi.

Para ilmuwan internasional memprediksi bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan kehilangan 2000 pulaunya. Menurut laporan dari LSM internasional, negara kita akan menjadi salah satu negara yang terkena dampak besar dari adanya pemanasan global. Oleh karena itu sebisa mungkin pemerintah harus menemukan cara untuk mengatasinya.

Mencegah Pemanasan Global

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi pemanasan global ini, karena seperti yang dibahas sebelumnya, bahwa dampaknya terhadap manusia ini begitu serius.

Nah, langkah untuk mengatasi pemanasan global ini tidak akan langsung terlihat dampak dan akan secara cepat mendinginkan bumi kita, tapi jika dilakukan terus menerus dan dilakukan oleh mayoritas penduduk bumi, beberapa tahun kedepan pasti akan terlihat perubahan yang dapat dirasakan. Berikut cara mengatasi pemanasan global.

1. Melestarikan Hutan

Untuk mencegah pemanasan global bisa melakukan untuk melestarikan hutan, karena terlalu banyak hutan yang masih rawan dengan pembakaran liar dan pengrusakan hutan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat harus melakukan upaya untuk menjaga hutan dan melestarikan hutan dengan bersama-sama sehingga dapat memberikan dampak positif bagi makhluk hidup yang ada di bumi.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pohon berfungsi sebagai filter untuk menyaring gas karbiondioksida di udara. Oleh karena itu kita tidak boleh menebang pohon sembarangan. Selain dapat menyebabkan global warming, penebangan pohon secara liar juga bisa menyebabkan bencana alam lainnya yang dapat memakan banyak korban jiwa.

2. Cerdas Dalam Berkendara

Masak hanya jarak yang begitu dekat kita harus naik sepeda motor atau mobil. Kita harus sadar bahwa jika kita berkendara motor juga menghasilkan gas membuat Global Warming.

Negara maju bisa kita jadikan contoh. Selain mereka cerdas dalam berkendara ternyata di sana sarana transportasi umum ditingkatkan kuantitas dan pelayanannya sehingga tidak ada lagi kemacetan yang mengakibatkan polusi udara. Jika tidak naik transportasi maka mereka memilih untuk mengayuh sepeda ke kantor atau ke sekolah. Selain itu juga negara maju sudah menyediakan parkir khusus sepeda kayuh.

Kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil akan menghasilkan CO2. Apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi, kita akan menyumbang CO2 lebih banyak lagi pada lapisan atmosfer. Akan tetapi jika kita mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, maka sedikitnya kita sudah mengurangi emisi karbondioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan tersebut.

3. Melakukan Penghematan Listrik

Cara Mengatasi Pemanasan Global berikutnya adalah dengan melakukan penghematan listrik. Listrik merupakan salah satu bentuk energi yang banyak dibutuhkan manusia. Meskipun tidak semua manusia menggunakan listrik, namun listrik merupakan energi yang berperan vital dalam budaya hidup modern. Akan tetapi listrik dari pembangkit listrik saat ini kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan karbon dioksida. Semakin banyak penggunaan listrik, maka semakin banyak gas buangan berupa karbon dioksida sehingga efek rumah kaca bisa semakin memburuk.

4. Kurangi Limbah Anorganik

Tempat pembuangan sampah adalah kontributor utama metana dan gas rumah kaca. Ketika sampah yang dibakar, itu melepaskan gas beracun di atmosfer yang mengakibatkan pemanasan global. Menggunakan kembali dan daur ulang barang-barang tua dapat secara signifikan mengurangi jejak karbon Anda yang dibutuhkan jauh lebih sedikit energi untuk mendaur ulang barang-barang tua daripada untuk menghasilkan barang dari awal. Kurangi limbah limbah yang tidak bisa didaur ulang.

5. Membuat Saluran Ventilasi Rumah Yang Cukup

Untuk mengurangi pemanasan global adalah dengan membuat saluran ventilasi rumah yang cukup karena pada umumnya di setiap rumah menggunakan AC yang dapat menyebabkan cepatnya pemanasan global, untuk mengurangi hal tersebut sebaiknya anda memberikan saluran ventilasi yang cukup pada rumah anda, agar angin masuk kedalam rumah anda dan memberikan kesejukan.

Dan anda bisa juga sambil menanam pepohonan di pekarangan rumah anda, agar rumah anda bisa merasakan kesejukan dari pohon yang ada tanam di pekarangan rumah anda. Manusia selalu mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya sejak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang ini.

Peradaban manusia yang sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.

Masyarakat perkotaan sangat membutuhkan ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi keluarga saat akhir pekan. Ruang terbuka hijau juga akan berperan menjadi pengendali banjir serta meminimalisir zat yang dapat memperparah pemanasan global. Sayangnya, masih sangat sedikit otonom daerah yang sadar akan pentingnya ruang terbuka hijau ini. Tumbuhan hijau atau pepohonan bisa membuat udara menjadi sejuk dan menetralkan suhu udara sehingga bisa di simpulkan bahwa pohon (tumbuhan) bisa mengatasi suhu panas yang tinggi.

Jika memang benar demikian, maka selayaknya setiap rumah mau menanam pohon di pekarangan rumahnya. Tapi hal ini juga tidak dilakukan oleh banyak rumah, apakah lagi rumah di perkotaan yang lebih memilih membangun gedung daripada menanam pepohonan hijau. Kalau setiap pekarangan atau halaman rumah tidak ada pohon, maka wajarlah yang namanya pemanasan global itu terjadi. Maka dari itu mulailah untuk melakukan beberapa cara mengatasi pemanasan global sepertimana yang dijelaskan diatas.